Pangeran Bintang dan Putri Embun

by Gage on January 14, 2011

Teater Garasi telah menginisiasi sebuah tempat hiburan baru di Yogyakarta, mereka menamakannya Jogja Broadway yang berlokasi di Taman Budaya Yogyakarta. Jogja Brodway ingin menjadikan panggung pertunjukan sebagai salah satu industri kreatif di Indonesia. Tiap pertunjukan dijadwalkan akan selalu hadir pada musim liburan sekolah, jadi pastikanlah liburan sekolah kalian selalu menyinggahi kota Jogja.

Selamat Datang di Jogja Broadway

Sebagai pertunjukan perdana Jogja Brodway, Teater Garasi yang bekerja sama dengan Bengkel Mime Theater menampilkan pertunjukan drama yang berjudul “Pangeran Bintang dan Putri Embun”. Ini merupakan pertunjukan drama yang ketiga kali saya tonton secara langsung dan saya baru menyadari bahwa menonton pertunjukan seperti ini membangkitkan daya imajinasi saya.

Poster Pangeran Bintang dan Putri Embun

Pangeran Bintang dan Putri Embun adalah sebuah cerita yang imajinatif. Dimana seorang anak kecil yang pintar, berhayal menjadi seorang pangeran dan memiliki pujaan hati yang bernama Putri Embun. Dalam hayalannya itu sang pangeran menggambarkan tokoh-tokoh lainnya dengan peralatan-peralatan yang ada di rumahnya seperti kakek meja, nenek kursi, mat panci, detektif jemuran, pangeran wajan, dan lain-lain.

Sebelum ruang teater dibuka, para penonton yang menunggu dikejutkan dengan pembuka cerita dari beranda Jogja Broadway. Tokoh-tokoh yang akan bermain diperlihatkan kepada penonton, setelah beberapa menit tokoh-tokoh tersebut mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam teater. Pembuka cerita ini membuat saya semakin penasaran dengan pertunjukan di dalamnya.

Pembuka cerita dilakukan di beranda Jogja Broadway

Ternyata betul! Selama pertunjukan saya sangat menikmatinya. Sambil memotret beberapa adegan daya imajinasi saya selalu bangkit bahkan sesekali sempat ingin kembali kecil dan berhayal seperti pangeran bintang tapi tanpa harus dipukuli ibu meskipun waktu kecilnya saya juga cengeng. Cerita yang disajikan cukup ringan tapi teater Garasi berhasil membungkusnya dengan kostum yang gila, musik dan lagu yang indah serta kekompakan pemain.

Pangeran memberikan bunga hati

Pertemuan antara Pangeran Bintang dan Putri Embun dibuka dengan dekorasi panggung yang cukup menarik. Dimana pangeran memberikan karangan bunga berbentuk hati yang turun dari atas panggung dan disusul dengan bendera-bendera kerajaan. Burung-burung cinta juga sempat melayang-layang diatas panggung, dekorasi panggung ini sangat membantu daya khayal saya.

Kerajaan Pangeran Bintang

Pangeran Wajan

Ketika Pangeran Wajan dan teman-temannya yang tidak bertanggung jawab berhasil menculik putri Embun dari kerjaan, saya sempat terbawa emosi dan ikut membencinya. Pangeran Bintang jadi menangis dan mencari Putri Embun setiap hari. Hingga akhirnya bertemu sang pangeran Bintang mengajak duel pangeran Wajan. Adegan berduel ini cukup mempesona karena para pemain sempat memperlihatkan gerakan mundur (rewind). Wow, keren!

Pangeran Bintang sedih karena putri Embun diculik

Hingga akhirnya Pangeran Bintang dan Pangeran Wajan berdamai dan Putri Embun bertemu pangeran yang didambakannya.

Para pemain PBPE

Setelah keluar dari ruang pertunjukan ternyata imajinasi yang sempat membawa saya menjadi anak kecil lagi masih belum hilang. Hal ini baru saya sadari karena pada saat keluar ruangan saya dan teman-teman langsung mencari tokoh-tokoh tadi dan meminta mereka berfoto bersama saya ^^

Bersama pangeran Bintang dan pangeran Panci

Pangeran Wajan dan Pangeran Kodok

Putri Embunnnnnn *hosh..hosh..hosh..*

Kimcil Bersaudara

Terima kasih buat @kyanharizal, @nicowijaya dan @wedwedwed yang sudah mengajak saya menonton.

Sugar Town

by Gage on November 26, 2010


Happy Birthday Dear

Letupan Malam

by Gage on November 7, 2010

Hari ini saya menyadari kenapa beberapa orang lebih suka merayakan kegembiraannya di malam hari.

Selain berlindung dari sengatan matahari dan lebih sejuk di balik rembulan.
Ternyata malam ini saya bisa melihat lilin mana saja yang masih menyala menemani lelaki itu dalam mencari ruang nyamannya.

Selamat panjang umur wahai lelaki yang meletup-letup!

always put yourself in the other’s shoes. if you feel that it hurts you, it probably hurts the person too.

by Gage on October 28, 2010


via @dimasnovriandi

Merapi 2010

by Gage on October 27, 2010

Sebelum bercerita, saya ingin sampaikan kepada keluarga dan teman-teman yang ada di luar Yogyakarta bahwa kami yang saat ini tinggal di sekitaran kota Jogja baik-baik saja. Tak perlu terlalu cemas dengan pemberitaan yang sudah sampai ke telinga kalian dan terima kasih atas perhatiannya.

—-

Baiklah, kemarin itu memang telah terjadi erupsi pada Gunung Merapi yang dimulai sekitar pukul 17.00 untuk kronologi singkatnya bisa dilihat di vivanews.com. Semenjak itu, media-media mengeluarkan berita-berita yang menurut saya cukup berlebih padahal masih ada bencana Tsunami di Mentawai yang cukup parah. Arus berita yang terjadi di twitter.com pun cukup kencang beberapa informasi bisa dipercaya sebagian lagi ikut menghebohkan dengan memunculkan foto-foto lama. Kalau sempat, bacalah dongeng geologi tentang sejarah gunung Merapi mungkin bisa membuka wawasan apa yang terjadi pada gunung Merapi dan bagaimana efeknya. Dengan perkembangan arus di twitter.com yang cukup kencang semalam saya hanya bisa meneruskan informasi (RT) pada twit-twit tertentu, saya tidak mau merisaukan orang-orang yang berada di luar Yogyakarta.

Setelah merasa lelah dengan arus informasi itu saya coba istirahat sebentar di burjo sambil menikmati indomi telor + rawit kesukaan. Tak lama semangkuk telah habis, ntah kenapa naluri spontanitas saya muncul dan ingin melakukan sesuatu saat itu untuk membantu sedikit para korban yang berada di pengungsian sekitaran Merapi sana. Saya langsung menghubungi @wedwedwed (Widi) saat itu juga karena dia selalu mau jika dimintai bantuan dan ternyata dia pun ingin melakukan hal yang sama, maka kami mulai melakukan pergerakan.

Hal yang pertama kami lakukan adalah mencari masker untuk dibawa ke posko pengungsian karena kemungkinan besar barang ini sangat dibutuhkan untuk mencegah gangguan pernafasan akibat debu yang turun. Pencarian masker ini ternyata tidak terlalu mudah, beberapa apotik di Jogja bagian utara yang buka 24 persediannya sudah tidak ada. “Masker Sudah Habis!” itu yang tertulis di depan pintu apotik. Akhirnya kami pun menemukan apotik yang masih memiliki persediaan dan kami langsung membeli 5 dus untuk dibawa, lalu kami langsung berangkat menuju lokasi posko pengungsian. Ditengah jalan berfikir untuk membawa mi instan juga, alhasil ditengah jalan kami langsung mampir membeli 2 dus.

Setibanya di posko pengungsian Hargobinangun (balai desa) kami langsung menyerahkan 5 dus masker dan 2 dus mi instan kepada pengurus bantuan yang ada di posko. Memang sedikit, karena cuma ini yang bisa kami lakukan dalam aksi spontan dan tanpa banyak berpikir. Di posko ini saya bertemu dengan @cho_ro yang ternyata dia dan 2 temannya sedang melakukan aksi yang sama, spontan!

Penyerahan bantuan di posko Hargobinangun

Sementara @choro masih tinggal di sekitaran posko, saya dan Widi kembali ke kota untuk menjemput @iphann, @sandalian, @leksa dan @pengki yang ternyata sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk dibawa ke posko. Lagi-lagi, mereka mempersiapkan ini secara spontan! tergerak dan berkoordinasi hanya lewat twitter dan milis Cahandong. Barang yang ingin dikirimkan kali ini juga tidak terlalu banyak hanya 6 kardus dengan berbagai macam barang seperti mi instan, pembalut wanita, roti, kue dan beberapa barang yang tidak terlalu saya ingat.

sales pembalut wanita. foto: @pengki

Setelah terkumpul, barang-barang pun siap dan kami berangkat lagi ke posko Hargobinangun. Oiya, ditengah jalan kami mampir sebentar untuk membeli biskuit untuk balita atas sumbangan mbak @pangesti_, terima kasih EsTeh! Lalu perjalanan dilanjutkan kembali. Sesampainya di posko kami menyerahkannya atas nama Cahandong karena setiap bantuan yang datang selalu ditanyakan asalnya. Tak lama, kami berbicang-bincang sebentar di dekat posko sambil memperhatikan gunung Merapi yang mulai tampak bersamaan dengan datangnya pagi. Lalu kami kembali lagi ke Jogja kota.

biskuit balita sumbangan @pangesti_ alias esteh

pemuda-i yang kurang kerjaan berharap dibelakang itu menemukan @gadizafauzi

Saya senang pagi ini, karena di tengah hingar-bingar arus informasi yang ada di twitter dan sempat miris ketika melihat semuanya hanya bisa melontarkan doa sekaligus kebisingan. Ternyata masih ada 7 pemuda-i yang nekat dan mungkin kurang kerjaan melakukan secuil aksi untuk kota yang mereka cintai ini. Yogyakarta!

Ps: Selamat hari blogger nasional! Selamat sumpah pemuda!

Masalah berdiri

by Gage on October 25, 2010

Di hari yang akan digenapi ini saya disadarkan bahwa saya masih seperti balita.

Foto diambil dari www.webmd.com

Ntah bagaimana ceritanya saya bisa berjalan seperti saat ini karena tidak mungkin saat terlahir dulu saya bisa langsung jalan. Kedua orang tua saya pun tak pernah menceritakan bagaimana proses saya pertama kali bisa berjalan. Tapi sepengetahuan saya, adik-adik saya itu diajarkan berjalan dengan cara mengangkat mereka berdiri dan kemudian diajarkan cara melangkahkan kaki.

Proses berjalan itu tidak sebentar. Setelah beberapa kali orang tua saya mengajarkan melangkah dan merasa kaki kami sudah kuat. Mereka melepaskan kami perlahan-lahan untuk berjalan, mulai dari mamak melepaskan di satu sisi dan di sisi lain bapak menangkapnya. Jika dirasa sudah bisa berjalan, mereka tak langsung melepaskan kami, mereka mengajak kami berjalan-jalan sambil digandeng.

Tidak mudah. Banyak luka saat itu, mulai dari dagu tergores-gores, dengkul lecet, jidat nyium tanah dan lain sebagainya. Mungkin kalian masih mengingat luka apa yang pernah kalian alami?

Di usia yang bertambah ini, proses ‘berjalan’ itu tak lagi didampingi oleh kedua orang tua saya karena mereka percaya bahwa bekal yang mereka beri dulu sudah cukup buat saya. Bahkan, ketika terkadang tak ada orang yang bisa dijadikan tumpuan untuk berpegangan saya masih percaya bahwa bekal tersebut masih ada dan bisa membuat saya bisa berdiri sampai saat ini. Saya hanya ingin memastikan bahwa langkah yang saya tempuh ini adalah jalan yang benar.

Ps: Ketika tulisan ini saya publish saya coba untuk berdiri dan itu masih bisa. Yes!

Mood Booster

by Gage on October 20, 2010

I Just Love You — Five For Fighting

* nothing more to say

The Riddle

by Gage on October 19, 2010

There are secrets that we still have left to find
There have been mysteries from the beginning of time
There are answers we’re not wise enough to see

Here’s a riddle for you
Find the Answer
There’s a reason for the world
You and I…

Penggalan lagu berjudul Riddle yang dibawakan oleh Five For Fighting ini mengembalikan ingatan saya pada saat perjalanan pulang ke Jogja kemarin.

Saat penerbangan telah dimulai dua ibu-ibu tua yang duduknya tepat dibelakang saya bercerita satu sama lain. Dengan suara yang lembut dan logat kejawaan mereka saling menceritakan anaknya mulai dari sekolah hingga ditinggalkannya mereka keluar negeri.

Ada salah satu cerita yang menarik buat saya.

Salah seorang ibu tua itu bercerita tentang anaknya yang pernah membenci dia bahkan membohonginya berkali-kali. Ibu tua itu mengetahui bahwa anaknya telah membohonginya berulangkali tapi dia terheran dan menyadari bahwa dia tidak bisa memarahi bahkan membenci anaknya itu. Dia pun mengungkapkan perasaannya saat itu pada ibu yang sedang mendengarkannya dan tak sengaja saya yang sedang mendengarkannya itu pun ikut merasakan apa yang dirasakan ibu itu sambil menatap keluar jendela.

Rasa penasaran saya muncul, apakah sampai sekarang ibu itu pernah menceritakan hal ini kepada anaknya? Ah, mestinya sudah karena sepanjang perjalanan itu dia masih menceritakan anak yang sama dengan kebanggaannya dan kecintaannya hingga memiliki keluarga yang baru.

Diakhir pembicaraan mereka, seorang ibu berkata “senang ya bu, cerita dengan ibu rasanya ngayemi”.

Halo Bloggers

by Gage on October 18, 2010

Salahkan mbak jeruk nipis yang manis itu, karena dia saya jadi bikin blog dan bikin postingan ini biar ikut #trenpb2010. Maklum, blogger baru jadi saya harus banyak belajar dari blogger seperti dirinya.

Dia pernah ngasih tau saya, kalo mau kopdar akbar ada baiknya saya memperkenalkan diri dan mengenali diri orang-orang yang akan hadir nanti lewat blog, twitter, facebook dan lain sebagainya. Biar katanya pas ketemuan nanti gak terlalu canggung.

Di postingannya soal #trenpb2010 juga banyak hal yang akan dilakukan oleh banyak orang seperti, orang-orang bakal hadir dengan dress code sesuai avatar, ada gerakan 1000buku, ngumpulin koin dan banyak lagi. Seru-seru ya idenya!

Kalian udah daftar jadi peserta yang bakal datang PB2010 belum? Katanya sih gak mesti blogger tapi semua onliners boleh daftar lho.
Saya sih belum tapi pengen, tapi nunggu komentarnya sampe 100 dulu deh baru saya daftar siapa tau ini masuk #tren2010 juga.

Maklum blogger baru masih haus komentar hihihi.. \(´▽`)/

>.<

by Gage on October 17, 2010

Halo, perkenalkan saya blogger baru.

Mohon bimbingannya dalam bentuk komentar biar hits

Gage
blogger musiman